Halo sahabat selamat datang di website seputarcakephp.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar KONVERGENSI MEDIA DAN MASA DEPAN MEDIA CETAK oleh - seputarcakephp.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

konvergensi-300x221Teknologi di bidang informasi dan komunikasi saat ini mengalami revolusi. Bukan lagi evolusi yang lambat melainkan revolusi yang cenderung cepat. Semakin berkembangnya sebuah teknologi selalu diikuti update yang terus â€" menerus dan kemudian akan disusul dengan teknologi lainnya. Perkembangan tersebut seiring dengan meningkatnya kemudahan akses internet di setiap negara di dunia. Internet telah menjadi kebutuhan bagi manusia zaman digital.

Jika dahulu kita dibiasakan menonton tv atau membaca koran untuk memperoleh informasi, sekarang gaya hidup semacam itu telah berubah. Internet menyediakan segalanya. Didukung dengan smartphone, PC, laptop maupun netbook atau tablet lainnya, seluruh informasi kini berada dalam genggaman tangan. Internet menjadi sebuah media yang konvergen, yakni di dalamnya dapat diperoleh berbagai bentuk media. Saat ini muncul fenomena jurnalisme multimedia atau dikenal juga dengan jurnalisme digital (McAdams, 2002). Jurnalisme semacam ini memiliki ciri kecepatannya dalam menyampaikan berita, mendekatkan penulis dan pembaca (Lasice, 1997).

Kelebihan dari konvergensi media tersebut dapat menggeser keberadaan media massa khususnya media cetak. Mengapa hanya media cetak? Karena ternyata televisi masih memegang peranan tertinggi dalam menyediakan informasi bagi masyarakat. Jadi televisi saat ini belum menerima ancaman yang berarti. Sedangkan radio memiliki fungsi hiburan lebih besar dibandingkan pemberi informasi.

Sumber: Pew Project For Excellence in Journalism

Berdasarkan data tersebut, televisi tetap menjadi sumber utama sebuah informasi. Sedangkan internet menjadi sumber kedua menggeser kedudukan surat kabar. Namun demikian berita online menjadi satu â€" satunya media yang mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, sedangkan radio, surat kabar dan televisi mengalami penurunan jumlah penonton/pembaca.

Kondisi yang demikian diperkuat dengan hasil survey yang dilakukan oleh International Federation of Audit Bureaux of Circulations dan World Association of Newspapers and News Publishers dimana 59% surat kabar dunia mengalami penurunan jumlah sirkulasi, sedangkan 41% mengalami peningkatan dari tahun 2009 menuju 2010. Hal tersebut semakin menguatkan ancaman bagi media cetak di dunia.

Selain itu media cetak saat ini hanya familiar bagi generasi di atas 30 tahun. Generasi di bawah itu lebih banyak menghabiskan waktu dengan internet dan menggunakan internet sebagai sumber informasi. Berdasarkan survey yang dilakukan oleh Pew Project For Excellence in Journalism tahun 2010, 34% responden membaca berita secara online dalam 1 x 24 jam (31% memilih membaca melalui surat kabar) dan secara keseluruhan waktu, 41% membaca melalui media online dan 10% membaca melalui surat kabar. Generasi usia 18 â€" 29 tahun, 65%  menyatakan sumber utama berita mereka adalah internet.

Padahal generasi 30 tahun ke atas merupakan generasi Internet Migration Generation yakni mereka yang berada dalam generasi sebelum internet marak digunakan. Sedangkan generasi Internet Born Native adalah generasi yang lahir dalam era digital/internet. Mereka tidak perlu melakukan penyesuaian dengan internet yang marak digunakan saat ini. Yang perlu diingat bahwa masyarakat pasti berganti, jumlah usia muda akan menggeser menggantikan usia di atasnya, karenanya generasi dengan kebiasaan membaca media cetak secara otomatis akan berkurang.

Dengan pergeseran generasi masyarakat dan perubahan gaya hidup tersebut maka media cetak semakin terancam kedudukannya dalam menyediakan informasi. Media cetak mempunyai fungsi koreksi apabila ada suatu berita yang menyimpang. Media cetak juga dapat menjadi wahana rekreasi yang menyenangkan bagi pembacannya, karena dapat diselingi dengan berita-berita yang menghibur dan cerita lucu sehingga tidak membuat bosan bagi para pembacanya. Serta media cetak berfungsi sebagai fasilitator bagi pembacanya, kita bisa mengetahui berita-berita atau kejadian-kejadian yang ada di daerah lain dengan waktu yang yang relatif singkat (Sumadiria 2005:34 dalam Dirgahayu [tanpa tahun]).

Fungsi koreksi media tersebut dapat berjalan karena media cetak dalam penerbitannya memiliki alur terstruktur dan diatur oleh berbagai aturan, sehingga informasi yang diberikan dapat dipercaya dan dipertanggungjawabkan. Berbeda dengan internet, terlepas dari sumber â€" sumber besar, banyak informasi yang dihasilkan oleh masyarakat biasa (non profesional) sehingga muncul fenomena citizen journalism. Dengan banyaknya citizen journalism, masyarakat jadi kesulitan memilah mana berita yang dapat dipertanggungjawabkan dan mana yang tidak. Selain itu berita di internet berlomba â€" lomba dalam kecepatan release berita, akibatnya banyak cacat di sana â€" sini karena tidak ada penyaringan ketat dari bagian redaksi. Akibatnya informasi yang diperoleh masyarakat tidak kredibel. Inilah yang menjadi kritik seandainya kita membiarkan kebiasaan membaca media cetak mati.

Maka bagaimana dengan kita sebagai mahasiswa? Apakah akan membiarkan hal tersebut terjadi atau mulai menggiatkan kembali budaya membaca koran?

Itulah tadi informasi mengenai KONVERGENSI MEDIA DAN MASA DEPAN MEDIA CETAK oleh - seputarcakephp.xyz dan sekianlah artikel dari kami seputarcakephp.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.